Hari Kedua UAS, Siswa SD Muhammadiyah Gilipanda Tetap Semangat Taklukan IPAS dan Mulok Berbasis Online


*Kota Bima* – Memasuki hari kedua, Selasa 5 Mei 2026, pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah di SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima masih berlangsung lancar dan kondusif. Semangat 30 siswa kelas VI tidak surut meski telah melewati hari pertama. Sejak pagi, mereka sudah hadir dengan wajah ceria dan optimis.


Pada hari kedua ini, mata pelajaran yang diujikan adalah IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) serta Muatan Lokal (Mulok). Kedua mapel tersebut menguji kemampuan siswa terhadap analisis fenomena alam, sosial, sekaligus kearifan lokal Bima. Soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda, isian singkat, dan studi kasus yang menuntut nalar kritis.


Sama seperti hari pertama, ujian tetap dilaksanakan secara online menggunakan HP masing-masing siswa. Pembagian ruang ujian juga masih diterapkan, yaitu 15 siswa per ruangan untuk menjaga dan memudahkan pengawasan. Sebelum ujian dimulai, guru proktor memastikan seluruh perangkat terhubung dengan jaringan internet sekolah yang stabil.


Kepala SD Muhammadiyah Gilipanda, Ibu Supriatin, http://S.Pd.I, kembali berkumpul langsung ke dua ruang ujian. Beliau memberi motivasi agar siswa tetap tenang, teliti membaca soal, dan mengedepankan kejujuran. “Tujuan kita sama, yaitu ikhtiar memberikan yang terbaik. Hasil adalah bonus dari proses yang sungguh-sungguh,” pesannya kepada peserta UAS.


Para siswa mengaku lebih percaya diri di hari kedua karena sudah terbiasa dengan sistem ujian online. “Soal IPAS banyak yang tentang lingkungan sekitar, jadi lebih mudah dipahami. Mulok juga seru karena tentang budaya Mbojo,” ungkap salah satu siswa kelas VI dengan semangat. Dukungan orang tua yang memastikan HP terisi daya dan kuota juga menjadi kunci kelancaran ujian.


Dengan sisa beberapa hari ke depan, SD Muhammadiyah Gilipanda optimis seluruh rangkaian UAS dapat tuntas tanpa kendala. Sekolah berharap hasil terbaik yang diraih siswa menjadi bekal melanjutkan ke jenjang berikutnya sekaligus bukti bahwa pembelajaran berbasis teknologi sudah membudaya di sekolah ini.