Kreasi Tanpa Batas: Siswa Kelas 6 Ubah Gelas Plastik Bekas Menjadi Lampion Cantik
Ujian praktik sering kali diidentikkan dengan tugas yang menguras dompet dan persiapan yang rumit. Namun, pandangan berbeda ditunjukkan oleh siswa kelas 6 SD Muhammadiyah gilipanda kota Bima dalam ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya baru-baru ini. Mereka berhasil membuktikan bahwa karya seni yang memukau tidak harus lahir dari bahan-bahan yang mahal, melainkan bisa tercipta melalui kreativitas dari benda-benda di sekitar kita.
Berbekal kepedulian terhadap lingkungan, para siswa ditantang untuk membuat lampion indah dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Bahan utama yang mereka gunakan adalah sisa gelas plastik air mineral. Menariknya, seluruh bahan baku tersebut tidak dibeli, melainkan dikumpulkan sendiri oleh para siswa dari lingkungan tempat tinggal dan area sekitar sekolah selama beberapa hari sebelum ujian dimulai.
Ibu Nurul Lusiana, selaku guru pembimbing, mengatakan bahwa beliau sengaja memilih materi ini karena sangat ramah lingkungan dan tidak memerlukan biaya yang banyak. Selain itu, bahan-bahannya sangat mudah didapat di lingkungan sekitar tanpa harus mengeluarkan uang untuk izin. Melalui tugas ini, beliau ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada para siswa bahwa barang bekas pun memiliki nilai guna dan estetika yang tinggi jika dikelola dengan kreativitas yang tepat.
Proses pembuatan lampion ini berjalan dinamis dan berhasil melatih kerja sama serta ketekunan antar siswa. Di ruang kelas, mereka saling berbagi tugas mulai dari mencuci bersih gelas plastik, menyusun hingga merangkai samapi mewarnai hingga menjadi lampion.
Melalui kegiatan ini siswa diharapkan mampu mengembangkan kreatifitas tanpa dibebani dengan memikirkan biaya.