Gema Dakwah Cilik di Atas Laut: Rumaysah Pukau Jamaah Masjid Terapung Bima

Gema Dakwah Cilik di Atas Laut: Rumaysah Pukau Jamaah Masjid Terapung Bima

KOTA BIMA – Suasana syahdu menyelimuti Masjid Terapung Amahami Kota Bima pada Selasa (10/03/2026). Di tengah deburan ombak dan angin sepoi Ramadhan, SD Muhammadiyah Kota Bima kembali menggelar agenda rutin Safari Ramadhan. Namun, ada yang berbeda kali ini; bukan suara penceramah kondang yang menggema, melainkan untaian nasihat bijak dari seorang dai cilik bernama Rumaysah. Dengan balutan busana muslim yang rapi, Ananda Rumaysah melangkah pasti menuju podium, siap menebarkan pesan-pesan surgawi di hadapan ratusan pasang mata yang menanti.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan sekolah untuk mendekatkan siswa dengan masyarakat sekaligus mensosialisasikan nilai-nilai keislaman secara langsung. Didampingi oleh jajaran bapak dan ibu guru, rombongan SD Muhammadiyah disambut hangat oleh pengurus masjid dan warga setempat. Kehadiran para pendidik ini bukan sekadar pendampingan formal, melainkan bentuk dukungan moral penuh kasih sayang agar para siswa merasa tenang saat menjalankan tugas mulia mereka di atas mimbar.

Rasa bangga dan haru tak mampu disembunyikan oleh para guru yang hadir, salah satunya adalah Pak Syafril Jayusman. Beliau menyaksikan dengan saksama bagaimana Rumaysah menguasai panggung dengan penuh percaya diri dan kelancaran tutur kata yang luar biasa. "Saya merasa sangat bangga melihat Ananda Rumaysah tampil dengan performa terbaiknya. Keberaniannya adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan karakter di sekolah. Semoga hal ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi teman-temannya yang lain untuk tidak takut menunjukkan bakat mereka," ujar Pak Syafril dengan mata berbinar.

Antusiasme jamaah Masjid Terapung terlihat sangat tinggi, terbukti dengan penuhnya shaf-shaf masjid oleh warga yang ingin menyaksikan langsung aksi sang dai cilik. Kehadiran rombongan Safari Ramadhan ini seolah membawa angin segar bagi aktivitas ibadah di masjid ikonik tersebut. Banyak jamaah yang memberikan apresiasi atas keberanian siswa SD Muhammadiyah yang sudah mampu berbicara di depan publik dengan materi yang berbobot namun tetap ringan didengar oleh semua kalangan.

Imam Masjid Terapung dalam sambutannya turut menyampaikan rasa syukur dan harapan yang mendalam bagi masa depan pendidikan Islam di Kota Bima. Beliau mengaku terkesan dengan pembawaan Rumaysah dan berharap agar pola pendidikan seperti ini terus dipertahankan. "Semoga kedepannya SD Muhammadiyah Kota Bima dapat terus mencetak generasi Qur'ani yang militan sebagai pelanjut dakwah Rasulullah SAW. Kita butuh lebih banyak pemuda-pemudi yang cinta Al-Qur'an dan berani menyebarkan kebaikan seperti ini," ungkap sang Imam dengan penuh khidmat.

Secara filosofis, Safari Ramadhan ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi biasa, melainkan laboratorium mental bagi para siswa. Sekolah berkomitmen untuk mengasah rasa percaya diri serta melatih mentalitas pendakwah sejak dini agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Kota Bima membuktikan bahwa dakwah tidak mengenal batasan usia, dan setiap siswa memiliki potensi besar untuk menjadi terang bagi lingkungannya.