Inovasi Edukasi: Siswa SD Muhammadiyah Gilipanda Bima Belajar Menjahit Baju Adat Mbojo.

Kota Bima,19 mei 2026.Pemandangan berbeda terlihat pada kegiatan Praktik Muatan Lokal (Mulok) di SD Muhammadiyah Gilipanda, Kota Bima tahun ini. Jika biasanya agenda tahunan ini selalu identik dengan kegiatan memasak kuliner tradisional, kali ini sekolah menyajikan inovasi yang segar dan unik.Langkah berani ini diinisiasi oleh Ibu Sri Nur Wahidah, S.Pd., selaku guru pembimbing mata pelajaran Mulok. Beliau memilih untuk mengalihkan fokus pembelajaran dari dapur ke ruang kerajinan tangan. Tantangan baru pun dimulai melalui proyek pembuatan baju adat Mbojo.Keputusan mengubah materi praktik ini bukan tanpa alasan yang matang. Ibu Sri Nur Wahidah ingin membekali para siswa dengan keterampilan hidup yang konkret. Melalui proyek ini, anak-anak diajarkan teknik dasar menjahit yang sangat berguna untuk masa depan mereka. Selain keterampilan motorik halus, kegiatan ini juga mengusung misi budaya yang penting. Pihak sekolah ingin mendongkrak kembali rasa cinta dan minat generasi muda terhadap pakaian adat daerah. Pengenalan sejak dini diharapkan mampu menjaga kelestarian warisan leluhur Bima.Ide kreatif dari sang guru pembimbing ini rupanya mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta didik. Para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa selama proses belajar berlangsung. Ruang kelas pun dipenuhi keceriaan dan semangat kerja keras dari anak-anak.Bagi para siswa, proyek menjahit baju adat ini bukan sekadar tugas sekolah biasa demi mengejar nilai. Mereka memandang karya tangan ini sebagai bentuk dedikasi yang tulus. Ada kebanggaan tersendiri saat mereka mampu merangkai kain menjadi pakaian yang utuh.Melalui hasil karya tersebut, anak-anak ingin mempersembahkan sebuah kenangan manis yang berkesan. Baju adat Mbojo hasil jahitan mandiri ini nantinya akan didekasikan untuk para guru dan sekolah tercinta. Sebuah penutup tahun ajaran yang indah dan penuh makna di SD Muhammadiyah Gilipanda.