Siswa SD Muhammadiyah Gilipanda Pukau Juri FLS3N Kota Bima 2026 Lewat Tari Kreasi Sasambo


SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia seni dan budaya. Pada hari Selasa, 19 Mei 2026, delegasi sekolah ini resmi berpartisipasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD/MI tingkat Kota Bima. Kehadiran para siswa ini membawa misi besar untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah di panggung kompetisi bergengsi tersebut.
Perhelatan tahunan ini berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bima yang menjadi pusat berkumpulnya talenta-talenta muda terbaik. Lokasi acara tampak padat oleh para peserta dari berbagai sekolah yang siap bersaing secara sehat. Suasana kompetisi yang kompetitif namun penuh kebersamaan langsung terasa sejak pagi hari saat acara resmi dibuka oleh panitia penyelenggara.
Dalam kesempatan emas ini, tim kesenian SD Muhammadiyah Gilipanda memilih untuk menyajikan sebuah pertunjukan yang sangat istimewa. Mereka membawakan tarian adat kolaboratif yang menggabungkan unsur-unsur kebudayaan dari tiga suku besar di Nusa Tenggara Barat. Garapan seni ini memadukan kekayaan nilai-nilai tradisional dan keunikan estetika lokal secara harmonis dalam satu panggung.
Tarian yang dipentaskan secara apik tersebut merepresentasikan mewakili suku Sasak, Samawa, dan Mbojo. Masyarakat NTB akrab mengenal perpaduan budaya ini melalui istilah populer Sasambo. Pilihan tema tersebut sengaja diangkat untuk memperkuat kesatuan pesan dan keharmonisan di tengah perbedaan tradisi yang ada di wilayah fungsional propinsi.
Para siswa tampil di atas panggung dengan rasa percaya diri yang tinggi serta penghayatan karakter yang luar biasa. Setiap gerakan dinamis dan ekspresi wajah yang mereka hasilkan berhasil menarik perhatian para dewan juri serta penonton di SKB Kota Bima. Kostum khas yang berwarna-warni turut memperkuat visualisasi cerita yang ingin disampaikan melalui gerak tari tersebut.
Keikutsertaan dalam FLS3N 2026 ini bukan sekadar mengejar trofi juara semata bagi lembaga pendidikan ini. Pihak sekolah memandang ajang ini sebagai wadah efektif untuk membentuk karakter, melatih mental kejuaraan, dan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Pengalaman berkompetisi di tingkat kota diharapkan mampu menjadi modal berharga bagi perkembangan bakat seni para murid di masa depan.
Melalui penampilannya yang memukau ini, SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima membuktikan komitmennya dalam melestarikan warisan leluhur. Seluruh warga sekolah memberikan penghargaan tertinggi serta doa terbaik agar kerja keras para siswa dan guru pembimbing menghasilkan hasil yang gemilang. Artikel ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan bangga akan budaya daerah sendiri.